28 September 2022

Tribune Plus

Mimbar Masyarakat Kritis & Demokratis

Diduga Berbuat Kegaduhan Pada Penziarah Makam Syekh Muhammad Nafis, Pria Inisial RB di Gelandang Ke Polres Tabalong.

 1,223 total views,  2 views today

TANJUNG,TRIBUNEPLUS.CO.ID .Polres Tabalong melalui Satreskrim bertindak cepat  menanggapi adanya laporan warga  dan viralnya dimedia sosial atas perbuatan kegaduhan yang diduga dilakukan oleh seseorang di Makam Syekh Muhammad Nafis dan melakukan pembubaran terhadap  para penziarah saat mereka melakukan Doa di Aula Makam Syekh Nafis Desa Binturu Rt.01 Kecamatan Kelua, Tabalong. ( Senin 18/ 7/22 )

Atas perbuatannya nya, yang dianggap mengganggu stabilitas Kamtibmas di wilayah Kabupaten Tabalong khususnya di areal Makam Syekh Muhammad Nafis  Desa Binturu RT.01 Kecamatan Kelua,  maka Petugas mendatangi kediaman Pria berinisial RB ( 42 th)  alias Wali Beayun di kediamannya Desa Takulat Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong  untuk melakukan penahanan sekaligus Klarifikasi atas perbuatan yang dilakukan nya.

Kepada tribuneplus.co.id  Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin, S.H., S.I.K melalui Kasubsi Penmas Sihumas Aipda Irawan Yudha Pratama saat dikonfirmasi tentang hal ini menjelaskan, RB diamankan oleh petugas saat berada di rumah nya Desa  Desa Takukat Kecamatan Kabupaten Tabalong pada hari Minggu  malam tgl 17 Juli 2022 yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim IPTU Galih Putra Wiratama S.TrK. S.I.K atas dugaan melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan sehingga mengganggu kamtibmas di lokasi wisata religi di Kabupaten Tabalong umumnya, khususnya di Makam Syekh Muhammad Nafis di Desa Binturu, Kelua, Tabalong.

Pria Inisial RB warga Desa Takulat diamankan oleh petugas  berawal dari seorang Peziarah berinisial  MY sedang membaca doa di makam Syekh Muhammad Nafis, kemudian datang Pria Inisial RB langsung parkir  sepeda motornya didalam makam.

Usai itu RB menghampiri penziarah MY dan ada berbicara dengan nada marah “Kenapa Ikam Kada Percaya Kalo Aku Keturunan Syekh Nafis, Kalo Kada Percaya silahkan  Datang Kerumah”.

Setelah berkata – kata demikian  ( dalam bahasa Banjar / bahasa Daerah )  RB melakukan pemukulan kepada MY  namun lepas, karena MY berupaya menghindar. Kembali mau menyerang MY dan hendak menghindar lagi tetapi kaki MY berhasil ditangkapnya.

Kemudian MY diangkat oleh. RB namun aksinya berhasil dilerai orang banyak baik warga sekitar makam dan para penziarah lainnya.

Dalam kejadian tersebut,  RB  mengeluarkan kata – kata kepada MY, bahwa “Kubunuh Ikam Kaina Malam” tanpa mengeluarkan alat atau benda lainnya untuk mengancam MY, hanya dengan lisan saja melakukan pengancaman.

Atas perbuatannya nya, RB harus di bawa ke polres Tabalong untuk  diamankan  guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.” Hingga saat ini pria inisial RB masih berstatus sebagai terperiksa ” kata  Yudha  ( rel )

Editor Riyanmaulana tribuneplus.co.id

Bagikan Berita Diatas