18 Oktober 2021

Tribune Plus

Mimbar Masyarakat Kritis & Demokratis

Beredar Video Hantu Ketuk Rumah ternyata HOAX

 1,838 total views,  2 views today

TANJUNG, tribuneplus.co.id ..  Beberapa hari ini warga Kabupaten Tabalong umumnya, khususnya di wilayah Kecamatan Tanjung dihebohkan dengan beredarnya video yang memuat kisah misteri hantu mariaban. Video merekam kejadian “Mengetok ketok pintu rumah warga di tengah malam” berdurasi 18 detik yang di awali keresahan warga di Desa Wayau, Kecamatan Tanjung pada Kamis (9/09/2021) siang.

Video itu beredar disejumlah media sosial dan status WhatsApp warga Kabupaten Tabalong sehingga menyebabkan keresahan warga Tabalong dan mengganggu kamtibmas Tabalong yang selama ini aman kondusif.

Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin, S.H., S.I.K. melalui Iptu Mujiono Kasi Humas Polres Tabalong saat di konfirmasi awak media terkait viralnya postingan video yang berdurasi 18 detik yang diklaim kisah misteri hantu mariaban mengetok ketok pintu rumah warga tengah malam di jejaring sosial di Kabupaten Tabalong.

Kemudian video yang sudah terlanjur viral di media sosial ditambah lagi di Desa Wayau ada kegiatan Pawai obor sambil membaca Shalawat Burdah dan Tolak Bala dimana kegiatan ini merupakan ritual ibadah yang sudah dilaksanakan setiap tahun dalam menjelang bulan Safar, yang diyakini sering terjadi bala dan bencana, serta adanya kebiasaan orang yang mempunyai kajian membuang racun, namun kegiatan ini juga dikait – kaitkan dengan isu video misteri hantu mariaban, sehingga warga Tabalong umumnya, khususnya di Desa wayau semakin resah.

Kami pastikan video tersebut HOAX, informasi video itu bohong. Hasil dari serangkaian penyelidikan petugas Satreskrim Polres Tabalong yang dipimpin Akp Dr. Trisna Agus Brata, S.H., M.H. bahwa video tersebut diduga sengaja dibuat oleh seorang remaja yang ada di Kecamatan Tanjung.

Terkait nama pengunggah dan pembuat Video tersebut terpaksa  tidak disebutkan, karena baru berumur 15 Tahun dan berstatus pelajar.p

Video dibuatnya pada Kamis (9/09/2021) sekitar pukul 00.00 wita dirumahnya dengan tujuan menakut – nakuti adik sepupunya yang berumur 6 tahun.

Atas kejadian tersebut  Pihak orang tua nya menyatakan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Tabalong dan pihak Kepolisian, atas semua kesalahan yang dilakukan oleh anaknya.

“Kejadian seperti ini jangan terulang lagi, mari kita edukasi anak – anak kita. Disinilah peranan orang tua untuk mengawasi anak-anak dalam penggunaan media sosial. Yang awalnya membuat sebuah konten dengan niat bercanda, namun sebaliknya akan berdampak negatif atau membuat keresahan warga serta mengganggu situasi kondisi kamtibmas Kab. Tabalong”, ucapnya.

Bagi masyarakat dan para admin media sosial yang sudah terlanjur memposting ke jejaring sosial terkait video tersebut, kiranya video itu dihapus dan membantu pihak Polres Tabalong untuk mengklarifikasi bahwa video itu hoax atau bohong.

“Mari kita bijak bermedia sosial, wujudkan Kamtibmas Kabupaten Tabalong tetap aman kondusif”, imbau Iptu Mujiono.

Bagikan Berita Diatas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •